
Kunjungan Suu Kyi ke Perancis merupakan bagian dari lawatan Eropanya. Dalam jumpa pers bersama, Suu Kyi mengungkap keyakinannya bahwa Presiden Myanmar, Thein Sein, tulus mendukung transisi demokrasi di negaranya, tetapi ia tidak bisa mengatakan hal sama mengenai pemimpin militer Myanmar. Menurut Suu Kyi, penting untuk membuat militer Burma mengerti bahwa demokrasi ditujukan untuk kebaikan semua orang di negara bersangkutan, tidak hanya untuk sebian golongan.
Suu Kyi juga mengatakan pihaknya membutuhkan bantuan jenis pemberdayaan masyarakat dengan mengenmbangkan keterampilan serta menciptakan kesempatan bagi mereka. Birma (Myanmar) dikatakan telah memulai jalan bari, namun jalan baru itu harus dijalani oleh pemain baru. Jika orang-orang lama akan menjalani jalan tersebut, maka bisa dikatakan proses reformasi di Burma tidak akan berjalan sebagaimana seharusnya.
selama di Perancis, Suu Kyi juga akan bertemu dengan pimpinan Dewan Nasional dan Senat, menteri luar negeri, dan walikota Paris. Sebelumnya, ia berkunjung ke Inggris, Swiss, Irlandia, dan Norwegia. Saat di Inggris, pemimpin Partai Liga Nasional bagi Demokrasi tersebut singgah di Universitas Oxford, tempat dimana ia dulu sekolah pada tahun 1960 dan berumah tangga hingga kembali ke Myanmar tahun 1988. (aso/VoA)
Munafri-Aliyah Hadiri Peringatan Hari Buruh di Makassar
Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas
Musim Ketiga Porsche Sprint Challenge Indonesia Dibuka di Sepang
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita









