TB Silalahi: Penyadapan oleh AS dan Australia Biasa Saja

maiwanews – Para pemimpin sejumlah negara termasuk pejabat di Indonesia ramai-ramai mengecam aksi penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat, Ingris dan Australia. Namun petinggi Partai Demokrat, TB Silalahi berpendapat lain. TB Silalahi menganggap itu hal biasa saja.

“Mereka menyadap ke negara-negara yang ada kepentingan dengan mereka, wajar-wajar saja,” kata TB Silalahi di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (2/11/2013).

TB Silalahi berpendapat, penguasaan teknologi penyadapan itu biasa-biasa saja. Menurutnya, semua orang bisa melakukan penyadapan asal punya duit (menmbeli alat sadap). “KPK saja bisa melakukan penyadapan, apalagi Amerika dan Australia,” kata TB Silalahi mencontohkan.

TB Silalahi juga tidak mempermasalahkan penyadapan ke para pemimpin dunia termasuk Indonesia itu, meskipun dipandang dari sudut kedaulatan.”Tidak masalah,” kata TB Silalahi lagi.

Seperti diberitakan, sebagai negara yang menjadi korban penyadapan, Jerman dan Brasil akan membawa masalah ini ke PBB. Kedua negara mengirim rancangan resolusi anti mata-mata ke badan dunia itu. Sementara Indonesia berencana memanggil Dubes Australia.

Bukan hanya itu, Menteri Luar Negeri Amerika, John Kerry sendiri bahkan berpendapat bahwa apa yang dilakukan National Security Aegncy (NSA) termasuk ke negara sekutunya, sudah melewati batas.

Seperti dilansir Dailymail, Jumat 1 November 2013, Kerry mengaku, dirinya dan Presiden AS Barack Obama merasa bersalah aksi aksi spionase NSA yang dilakukan tanpa pemberitahuan kepada mereka berdua.