maiwanews – Tentara pemerintah Suriah berhasil merebut kembali sebuah markas di kota bergolak, Aleppo, setelah melalui pertempuran sengit selama beberapa hari melawan kelompok bersenjata. Seorang pejabat militer Suriah hari Senin mengatakan tentara telah memegang penuh kontrol terhadap markas Hanano.
Hanano berada di timur Aleppo, berfungsi sebagai depot penyimpanan senjata, pusat perekrutan wajib militer dan markas bagi kantor cabang polisi militer dan polisi anti huru hara. Hari Jum’at kelompok anti Damaskus mengklaim pihaknya menguasai sebagian wilayah itu.
Sementara itu, dilaporkan terjadi bentrokan antara pasukan pemerintah dengan gerilyawan dukungan asing di bagian lain Aleppo, termasuk Mysar dan Qadi Askar. Sebuah laporan lainnya mengatakan kelompok anti pemerintah mengklaim telah mengeksekusi 20 orang tentara di Aleppo. Para pemberontak mengatakan tentara ditangkap dalam serangan di sebuah kompleks militer di distrik timur Hanano. Tangan para tentara diikat di belakang punggun sebelum mereka berbaris dan ditembak.
Damaskus menyalahkan penjahat, penyabot, dan teroris bersenjata atas terjadinya kerusuhan di Suriah, sedangkan oposisi menuduh pasukan keamanan berada di balik kekerasan. Pemerintah Suriah mengatakan kekacauan telah diatur dari luar dan menuduh negara-negara Arab dan Barat tertentu, termasuk Arab Saudi, Qatar, mempersenjatai pemberontak dan pendanaan melawan pemerintah. (aso/PressTV)
LONTARA+, Integrasi Seluruh Layanan Publik Kota Makassar
Gubernur Sulsel Resmikan 3 Ruas Jalan di Bone
Prabowo Terima Sambutan Kehormatan dari Sultan Brunei di Istana Nurul Iman
Munafri Lakukan Sidak ke Mess Pemkot Makassar di Jakarta
Ukraina Tuding Tentara Rusia Luncurkan Rudal Balistik Setiap Hari









