
maiwanews – Vattenfall Solar Team Jumat 22 Oktober menyatakan siap untuk ambil bagian pada ajang balapan mobil tenaga surya di Maroko. Dengan mobil Nuna11, tim akan berada di garis start balapan Solar Challenge Maroko 25 Oktober mendatang. Pada balapan itu, tim akan menempuh jarak sekitar 2.500 kilometer dalam waktu lima hari hanya ditenagai oleh matahari.
Rencana balapan sebelumnya di Australia dibatalkan karena merebaknya pandemi COVID-19 (Corona Virus disease 2019).
Kapten tim Vattenfall Christiaan Wiers dalam pernyataannya mengatakan telah bekerja sangat keras. Meskipun harus mengikuti langkah-langkah keamanan ketat karena pandemi COVID, tim berhasil membangun mobil surya revolusioner.
“Saya dan seluruh anggota Vattenfall Solar Team ingin menunjukkan bahwa mengemudi tanpa bahan bakar fosil buka hal mustahil”, ungkap Christiaan Wiers. Ia menegaskan bahwa tujuan ikut perlombaan tersebut adalah untuk menginspirasi dunia, memberikan kontribusi pribadi terhadap masa depan tanpa fosil secara berkelanjutan.
Tim Vattenfall terdiri dari mahasiswa Delft University of Technology, mereka telah membuat mobil solar baru dan dinamakan Nuna11. Posisi roda ketiga pada mobil ini dibuat berbeda dari biasanya. Kombinasi penempatan roda ketiga dengan kemoringan panel surya diklaim membuat mobil lebih stabil dalam kondisi berangin, serta lebih cepat dan aman.
Karena roda tidak terletak berdampingan sebagaimana mobil pada umumnya, tim harus mengembangkan sistem kemudi khusus. rancangan kontroler motor dibuat kuat dan efisien, ini juga merupakan inovasi penting. Semua inovasi bersama-sama memungkinkan Nuna11 untuk berakselerasi lebih cepat, mendaki lebih baik, dan bertahan di tenagh sibuknya lalu lintas perkotaan.
Untuk balapan di Maroko, tim akan mengahadapi tantangan di mana jalur tidak lurus dan datar. Pengemudi pada balapan mobil surnya di Maroko akan dihadapkan dengan pegunungan dan gurun, jalan tak beraspal, dan bahkan binatang di sepanjang jalan.
Dengan kondisi itu, menyalip akan sulit. Pengemudi harus mampu beradaptasi. Balapan ini tidak hanya sekedar soal kecepatan, tapi permainan strategi. Berbagai faktor dapat menentukan hasilnya, termasuk bagaimana beradaptasi dengan kondisi cuaca.
Salah satu tugas tim nantinya adalah memantau kondisi cuaca dan menganalisis data dari Nuna11 dengan cermat, seperti berapa banyak daya disediakan panel surya dan tingkat pengisian daya baterai. “Karena ini adalah pertama kalinya kami di Maroko, persiapan dan kerja tim akan menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk berhasil dalam perlombaan”, kata Wiers. (z)
Pemerintah Pastikan Penyaluran Bantuan Bencana Sumatra Berjalan Cepat
Polda Jateng Bongkar Sindikat Penipuan Mobil Rental Lintas Daerah
Menhan AS Rencana untuk Menampung Migran Ilegal di Teluk Guantanamo
Gagal 'Nyalip' Pria di Demak Tembak Ban Mobil Pengendara Lain
Satpol PP Tertibkan Bangunan Di Lahan Milik Pemkot Surabaya









