PLN Distribusi Jatim Seriusi Konsumen Prabayar

ListrikPrabayar140110-2SURABAYA – Meski tergolong baru, layananan listrik prabayar mendapat respon positif pelanggan. Dan di lingkup PLN Distribusi Jawa Tomur, ‘produk’ layanan tersebut hingga kini telah dinikmati oleh 163 ribu konsumen.

Namun, capaian itu tak lantas membuat PLN Distribusi Jawa Timur berpuas diri. Pada tahun 2011 ini, konsumen listrik prabayar ditargetkan mencapai 400 ribu pelanggan. Sebuah capaian target yang obyektif, mengingat dari layanan listrik prabayar tersebut diperoleh beragam kemudahan dan terjesan manjakan konsumen.

General Manager PT PLN Distribusi Jawa Timur, Haryanto WS, menyatakan terus berupaya memberikan layanan dan kemudahan bagi para pelanggan dengan menggunakan sistem prabayar.

“Layanan itu, tidak hanya untuk pelanggan baru saja. Para pelanggan lama yang memakai fasilitas pasca bayar kami ajak migrasi ke sistem prabayar,” tutur Haryanto..

Haryanto menambahkan, pihaknya pada 2011 targetkan konsumen prabayar bisa mencapai target 400 ribu. PLN Jawa Timur sendiri sudah menyiapkan program pada Maret-April 2011 mendatang untuk mendukung pencapaian target.

Dikatakan, jumlah keseluruhan pelanggan prabayar di Jawa-Bali sejumlah 1 juta. Sementara, total semua pelanggan prabayar dan pasca bayar sejumlah 7 juta.

“Sistem prabayar lebih banyak kemudahan bagi pelanggan. Agar tak repot. Dan memungkinkan sambungan pasang baru,” ujar Haryanto.

Hartanto mengatakan, beban puncak di Jawa Bali mencapai 17.500 Megawatt. Daya yang terpasang kurang lebih 21 ribu Megawatt. Pihak PLN kini memiliki tambahan pembangkit baru 6.600 Megawatt untuk seluruh Jawa dan Bali. Selain target pelanggan prabayar baru, PLN Jawa Timur juga akan melayani kalangan industri.

Hal ini untuk mendukung pertumbuhan listrik yang tahun ini ditargetkan bisa mengejar 9,2 persen. Karena itu, PLN Jawa Timur berkomitmen untuk melayani semua pelanggan. PLN optimis pertumbuhan itu teraih mengingat adanya peningkatan pendapatan PLN Jawa Timur dari target pada 2010 lalu. Yaitu Rp 15 trilyun dari target seharusnya Rp 14,6 trilyun. Sedangkan pada 2011 ini, target pendapatan bisa teralisasi sebesar Rp 17 trilyun. (doni sujito)