mawanews – Usai melakukan pertemuan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), kendaraan milik pengurus PSSI, Andi Darussalam Tabussala diserang oleh massa di kantor KONI, Kompleks Gelora Senayan, Jakarta, Jumat, 4 Maret 2011.
Akibat penyerangan itu, sebelas orang yang diduga melakukan perusakan kendaraan milik Presiden PT Liga Indonesia itu ditahan polisi. Kesebelas orang itu kini menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Pemeriksaan dilakukan untuk mencari motif penyerangan. “Kami masih menyelidiki motifnya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Baharuddin Djafar, Jumat 5 Maret 2011.
Menurut Baharuddin, para pengrus PSSI melakukan pertemuan dengan pengurus KONI/KOI untuk membahas Kongres PSSI. Usai pertemuan, kata Baharuddin, para petinggi PSSI melakukan konprensi pers, penyerangan dilakukan setelah konprensi pers.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok massa dengan membawa senjata tajam mengejar Toyota Alphard berwarna hitam yang sedang berada di perempatan depan kantor KONI menuju ke kantor PSSI, Senayan, Jakarta.
Saat kejadian, petugas kepolisian yang siaga sempat mengejar para pelaku dan berhasil menangkap 11 orang diantaranya. Saat pengejaran, polisi beberapa kali melepaskan tembakan peringatan.
Para pelaku penyerangan diduga mendapatkan kiriman senjata tajam dari pelaku lainnya yang menggunakan tiga unit kendaraan mobil. Meski ada petugas di sekitar tempat kejadian, para pelaku tetap nekat menyerang kendaraan milik pengurus PSSI itu.
Mobil bernmor polisi B 258 ADS itu diserang dengan menggunakan senjata tajam. Akibatnya, kaca belakang mobil pecah, namun Andi darussalam bersama beberapa orang di dalam mobil selamat dan tak mengalami luka-luka.









