maiwanews – Di Indonesia, saham perusahaan baja milik pemerintah, Krakatau Steel dijual ke swasta, bahkan ke pihak asing, sementara di Venezuela sebaliknya. Presiden Venezuela Hugo Chavez menasionalisasi perusahaan baja swasta terbesar di negara itu.
Hugo Chavez hari Minggu mengumumkan pengambilalihan perusahaan Sidetur, sebuah perusahaan yang secara resmi dikenal sebagai Siderurgica de Venezuela SA.
Perusahaan baja tersebut sedikitnya menguasai 40 persen pasar batang baja yang digunakan untuk konstruksi.
Dalam sebuah pernyataannya di televisi setempat, Presiden di negara kaya minyak itu mengatakan, pemerintah akan membayar kompensasi yang adil atas pengambilalihan tersebut.
Sebelumnya, dalam beberapa pekan terakhir, presiden yang dikenal dekat dengan paresiden Ahmadinejad itu telah memerintahkan nasionalisasi perusahaan pemasok pertanian terkemuka dan produsen gelas Owens-Illinois Inc yang berbasis di Amerika. Owens-Illinois punya pabrik di seluruh benua Amerika dan dalam puluhan negara lain.
Chavez terus menasionalisasi perusahaan-perusahaan dalam sejumlah sektor, termasuk minyak, semen, komunikasi, listrik dan perbankan.
Pemimpin beraliran sosialis itu telah banyak menasionalisasi perekonomian Venezuela sejak ia merebut kekuasaan tahun 1999. Menurutnya, langkah itu diambil guna memperbaiki kehidupan warga Venezuela yang mayoritas masih terlilit kemiskinan.
Tetapi para lawan politik Chaves mengatakan, kebijakan nasionalisasi itu hanya akan membuat takut para investor yang akan masuk ke negara itu, serta akan menghambat Venezuela keluar dari resesi. (voa/ylh)
Munafri-Aliyah Hadiri Peringatan Hari Buruh di Makassar
Ketua Dekranasda Makassar Perkenalkan Baju Bodo, Ajang Promosi Warisan Budaya
Vladimir Putin Pimpin Pertemuan Komisi Industri Militer Rusia
Zelenskyy Sebut akan Ada Diplomasi Perdamaian Ukraina-Rusia
Halusinasi Efek Narkoba, Karyawan di Bali Aniaya Bos Hingga Tewas









