VW Tanamkan Investasi di Indonesia US$140 Juta

logo vwmaiwanews –  Pabrikan otomotif asal Jerman, Volkswagen AG (VW), memastikan rencana investasi di Indonesia senilai US$140 juta. Terkait rencana itu, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak Kementerian Perindustrian.

Andrew mengatakan, rencananya VW akan membangun pabrik berkapasitas 50 ribu unit pada 2012. Pabrik ini ditargetkan beroperasi pada 2013. Sejauh ini, pihak VW tengah menyeleksi lokasi pabrik, antara lain di Cikampek, Jawa Barat.

“Perwakilan telah bertemu awal pekan ini untuk membahas prospek investasi di Indonesia. Dalam waktu dekat, perwakilan VW akan kembali datang ke Kemenperin untuk mematangkan rencana investasi,”  kata Presiden Direktur PT Garuda Mataram Motor (GMM) Andrew Nasuri di Jakarta, Selasa, 31 Agustus 2010.

Pembangunan pabrik itu, kata Andrew, dimaksudkan agar produk VW dapat bersaing di pasar Indonesia. Hal ini sejalan dengan ambisi VW yang ingin menjadi pemain nomor satu di bisnis otomotif dunia, mengalahkan Toyota dan General Motors.

Dia meyakini, harga produk VW dapat terpangkas hingga 40 % jika kendaraan diproduksi di Indonesia karena mendapatkan keringanan bea masuk (BM). Keringanan itu didapat jika mengimpor mobil dalam bentuk terurai.

BM untuk mobil utuh (completely built up/CBU) saat ini kata Andrew, mencapai 45 persen, sedangkan BM dalam bentuk terurai (completely knock down/CKD) hanya 10 persen.

Saat ini, kata dia, VW masih mendapatkan BM tinggi, meski telah merakit beberapa model di Tanah Air, seperti Touran dan Golf TSI. Hal ini terjadi karena pengiriman mobil itu dari Jerman masih dalam bentuk gelondongan Â.

Hal yang menyebabkan harga VW rakitan lokal masih mahal karena faktor teknis perakitan. “Misalnya bodi mobil sudah dicat, sedangkan mesin juga belum terurai sepenuhnya. Ini membuat kami memikul BM 45 persen untuk bodi, dan 15-20 untuk mesin,” kata Andrew.

Andrew mencontohkan, harga Touran yang berjenis kendaraan serbaguna (multi purpose vehicle/MPV) adalah Rp395 juta, jauh di atas Toyota Kijang Innova yang berada pada kisaran Rp250 juta.

Tahun ini, GMM menargetkan penjualan naik hingga 236 %, menembus 400 unit dibanding 2009 yang baru 122 unit. Lonjakan penjualan dipicu dirilisnya VW Golf TSI rakitan lokal yang dijual Rp339 juta.

“Risiko harus diambil untuk menikmati pertumbuhan pasar Indonesia yang cukup besar,” katanya lagi.