Maiwanews : Warga Perumnas WekkeE Senin (21/2) mendatangi gedung DPRD Kota Parepare untuk membawa aspirasi mereka menyangkut pasar di kompleks Perumnas tersebut. Namun ketika aspirasi itu dibacakan oleh Yasin Mashab mewakili warga plus ketua Forsi LSM KotaParepare, tiba-tiba lampu di ruang rapat yang dihadiri Wakil Ketua dan Anggota DPRD serta instansi terkait, padam.
Pembacaan aspirasi itupun terhenti sejenak lantaran Yasin Mashab tidak bisa lagi melihat naskah yang ada di hadapannya. Ketika ditunggu lampu diruang rapat DPRD itu tak kunjung menyala, salah seorang yang duduk berdampingan dengannya, dengan sigap mengambil handphone-nya dan mengarahkan cahaya handphonenya ke teks yang ada di hadapan Yasin Mashab.
Dengan penerangan lampu handphone remang-remang, Yasin Mashab melanjutkan membaca, walaupun harus melototkan matanya ke arah naskah yang dibacanya.
Lalu siapa yang harus disalahkan? Sekretariat DPRD Parepare kah yang tidak becus bekerja dan tidak mengantisipasi kalau-kalau lampu mati pada saat ada acara di dalam gedung rapat DPRD ataukah pihak PLN yang tidak menepati janji yang menjamin lampu tidak akan padam lagi, pasca pergantian Dirut PLN yang baru kala itu ? Barangkali kita perlu tanya pada rumput yang bergoyang, mungkin disana ada jawabnya. (sulhayat)
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi
Panglima TNI dan Kapolri Terima Ransus Maung Buatan Pindad dari Menhan
Prabowo Percaya Investigasi Penembakan WNI di Malaysia akan Transparan
TNI/Polri Gelar Patroli Gabungan di Lanny Jaya, Papua
Kemenkumham Jatim Harmonisasikan Empat Raperkada di Tulungagung dan Trenggalek









