Bank BNI Beri Fasilitas Kredit Pengadaan Alutsista

SBY & Roket Multilaras NDL-40maiwanews – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pengembangan sistem pertahanan, Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memberi fasilitas kredit untuk pengadaan alat utama sistem petahanan (alutsista).

Menurut Gatot, selama ini BNI telah menyalurkan kredit kepada BUMN Industri Strategis, antara lain PT PAL, PT Pindad, PT Dahana, PT Austamindo dan PT Bhineka Persada Marketindo.

Gatot melanjutkan, hingga Agustus 2010, total kredit yang telah disalurkan Bank BNI ke BUMN Industri Strategis itu, telah mencapai Rp 2,26 triliun.

“Pencairan pinjaman Dalam Negeri Alutsista ini diproyeksikan mulai direalisasikan di Triwulan IV 2010,” kata Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo di Jakarta, Senin, 4 Oktober 2010.

Cara pembiayaan dengan meminjam dari bank dalam negeri selain pembiayaan luar negeri seperti ini, untuk pertama kali dilakukan oleh pemerintah.

Pembiayaan pengadaan Alutsista TNI & Polri, awalnya diatur dengan skema Pinjaman Luar Negeri (PLN) yang telah diatur dalam PP No. 2 tahun 2006, dimana pembiayaan itu dilakukan melalui Lembaga Keuangan Luar negeri atau lembaga keuangan dalam negeri melalui cabang di luar negeri.

Sebelumnya, BNI Singapore telah membiayai skema Pinjaman Luar Negeri untuk pengadaan Pesawat Tempur Sukhoi, Kredit Sindikasi dengan Natixis, Credit Suisse dan BRI pada November 2009. Total US$. 284,75 juta dan partisipasi BNI US$68,5 juta.

Selain itu, BNI Hongkong juga telah melakukan pembiayaan kepada Pemerintah RI untuk perbaikan pesawat B-737 AU dengan Airod Malaysia US$. 3,5 juta dan pengadaan Helicopters Mi-2 AL USD. 9,5 juta dari Rusia.