Tripoli, maiwanews – Pasukan penguasa sementara Libya mulai memasuki wilayah yang masih berada di bawah kontrol pendukung presiden terguling, Kolonel Muammar Khadafi.
Kontak senjata antara pihak Dewan Transisi Nasional (National Transitional Council – NTC) dengan loyalis Khadafi terjadi di kota padang pasir Bani Walid hari Jum’at.
Belum ada konfirmasi mengenai jumlah korban jiwa, namun empat orang dikabarkan tewas dalam pertempuran itu. Sebelumnya awal minggu ini pihak berwenang memberikan batas waktu sampai Sabtu bagi Khadafi dan para pendukungnya untuk menyerah.
Selain mendapat serbuan dari pasukan NTC, loyalis Khadafi juga harus menghadapi serangan udara NATO pada hari Jum’at atas wilayah dekat Bani Walid. NATO mengklaim serangannya telah menghancurkan dua misil Scud yang merupakan bagian dari persenjataan Khadafi.
Kontak senjata kedua belah pihak yang bertikai tidak hanya terjadi di Bani Walid. Di kota Sirte juga pecah pertempuran skala kecil pada hari Jum’at. Tidak ada keterangan resmi mengenai korban dan kerugian akibat perang saudara itu.
Secara terpisah, upaya-upaya diplomatik melalui meja perundingan sedang dilakukan untuk membantu NTC mengembalikan keamanan umum dan menciptakan kerangka untuk membangun sebuah pemerintahan baru. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon melalui sebuah surat menyerukan dibentuknya misi PBB di Libya.
Dalam surat tersebut, ia menyatakan misi itu akan beroperasi selama periode awal tiga bulan jika usulannya disetujui oleh Dewan keamanan PBB. (VoA/aso | Foto: B.R.Q)
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
Rocky Gerung Sebut Jambore Karhutla Sebagai Penghormatan Terhadap Alam
31 Pemimpin Negara dan Perwakilan NATO Hadiri KTT Dukungan Terhadap Ukraina
Prabowo dan Airlangga Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional
Trump Bertekad Akhiri Serangan Houthi, Lindungi Kapal Komersial









