maiwanews – Indonesia saat ini sedang menuju pembangunan jangka menengah tahap tiga. Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta di hotel Jayakarta Daira Palembang, Rabu 20 Nopember 2013 mengatakan Indonesia akan segera memasuki tahapan pembangunan jangka menengah tahap ke-3 tahun 2015-2019.
Tujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap tiga bisa dicapai dengan menggunakan empat wahana percepatan dan tujuh sasaran peningkatan ekonomi Nusantara.
Menteri Gusti mengungkapkan penekanan pembangunan jangka menengah tahap tiga lebih kepada upaya memantapkan pembangunan secara menyeluruh diberbagai bidang. Pemerintah Indonesia bersama pihak swasta akan mampu menyukseskan pembangunan ini dengan menitikberatkan upaya peningkatan pencapaian daya saing. Menteri Gusti juga mengatakan pemerintah berupaya agar Indonesia memiliki daya saing kompetitif bidang perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia berkualitas serta senantiasa meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).
“Proses transformasi tersebut memerlukan input pendanaan R&D sebesar 1% dari GDP yang terus ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pemerintah beserta partisipasi swasta”, kata Menteri Gusti kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa prosesnya dilakukan dengan menggunakan empat wahana percepatan pertumbuhan ekonomi sebagai model penguatan aktor-aktor inovasi yang dikawal dengan ketat. Dengan demikian diharapkan tujuh sasaran MP3EI 2010 – 2025 akan dapat tercapai sehingga menjamin pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Tujuh sasaran MP3EI 2010 – 2025 tersebut adalah Sistem insentif dan regulasi yang mendukung inovasi dan budaya penggunaan produk dalam negeri, Peningkatan kualitas dan fleksibilitas perpindahan sumber daya manusia, Pembangunan pusat-pusat inovasi untuk mendukung IKM, Pembangunan klaster inovasi daerah, Sistem remunerasi peneliti, Revitalisasi infrastruktur R&D, dan Sistem dan manajemen pendanaan riset yang mendukung inovasi.
“Empat wahana percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah Industri kebutuhan dasar (pangan, obat-obatan, energi, dan air bersih), Industri kreatif (berbasis budaya dan ICT), dan Industri berbasis daya dukung daerah (S&T park dan industrial park), serta Industri strategis (pertahanan, transportasi)”, jelas Menteri Gusti.
Selain itu, Gusti mengatakan dengan adanya asas manfaat kemasyarakat umum maka perkembangan ekonomi akan semakin meningkat. Oleh karena itu saat ini Kemenristek akan mengembangkan penelitian dari hilir ke hulu sehingga ada nilai tambah dalam ekonomi. Khusus untuk Sumsel sendiri pihaknya akan mengoptimalkan penelitian di bidang pertanian karena lahannya masih cukup luas. “Saya berharap Sumsel bisa menjadi Pusat Unggulan di bidang lahan sub optimal,” tutup Menteri Gusti. (R18/PR)
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Tukdana, Indramayu
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Ukraina Tegaskan Pentingnya Dukungan Kawasan Eropa Tenggara
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Indonesia-Viet Nam Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral









