
maiwanews – Amerika Serikat mengungkap upaya Rusia melembagakan kontrol terhadap sejumlah wilayah berdaulat di Ukraina selagi Operasi Militer Khusus dijalankan, termasuk Kherson. Kremlin diperkirakan mempertimbangkan beberapa pendekatan untuk menanamkan pengaruh.
Juru bicara Kemenlu AS (Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat) Ned Price mengatakan, beberapa opsi dapat diambil Rusia untuk mengontrol wilayah-wilayah di Ukraina. Mulai dari pengakuan atas kemerdekaan seperti dilakukan terhadap Donetsk dan Luhansk, hinga pencaplokan seperti dilakukan terhadap Krimea.
“Bagian ini dapat diprediksi dari pedoman Rusia, itulah sebabnya kami terus membunyikan alarm sekarang”, ungkap Ned Price dalam pengarahan pers di Washington Selasa (31/05/2022) waktu setempat.
Ia menambahkan, langkah Rusia juga dapat dibaca dari keputusan sepihak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mempercepat penerbitan paspor Rusia kepada warga Ukraina. Rusia menggunakan taktik serupa di Donetsk dan Luhansk pada 2019.
Khusus di Kherson, Ned Price menyampaikan adanya beberapa laporan mengenai upaya pasukan Rusia mengantikan pejabat pemerintahan saat ini dengan proksi pro Rusia. Sebagai contoh, gubernur wilayah ini dipasang pada bulan April.
Kemudian pada bulan Mei, proksi pro Rusia lainnya, secara terbuka menyatakan niat untuk mengajukan banding ke Rusia untuk menggabungkan wilayah Kherson pada akhir tahun. Ned Price mengungkan adanya informasi dari beberapa akun mengenai upaya Rusia memaksa penduduk Kherson untuk mengadopsi rubel Rusia atas mata uang Ukraina.
Pada akhir April, Rusia kemungkinan menguasai setidaknya 25 menara penyiaran di wilayah Ukraina di bawah kendali militer Rusia, termasuk di wilayah Kherson, dan menyiarkan saluran media pro Rusia, langkah ini mungkin untuk melemahkan sentimen anti Rusia dan perlawanan publik.
Bulan ini, para pejabat Rusia telah meningkatkan kunjungan ke Kherson, termasuk kunjungan oleh wakil perdana menteri Rusia pada pertengahan Mei. dalam kunjungannya ia secara terbuka menyatakan bahwa Moskow percaya Kherson dan layak menjadi keluarga Rusia. (hiu)









