maiwanews – Mantan pimpinan komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas menampik anggapan yang selama ini beredar bahwa KPK sedang dilemahkan oleh Polri.
Menurut Busyro, konflik yang terjadi antara Polri dan KPK sebenarnya dilakukan oleh pebisnis kotor yang menginginkan adanya birokrasi yang busuk supaya mereka bisa dengan mudah menjalankan bisnisnya.
Proses pelemahan itu dimulai kata mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini, ketika KPK mulai masuk ke sektor minyak-gas (migas) dan mineral-batubara (minerba) sejak tahun 2008.
Dijelaskan Busyro, pada tahun 2012, KPK melakukan kajian sistem model kebijakan di sektor migas yang ada unsur kecurangannya.
“Fakta ketemu, ada 12 ribu izin usaha pertambangan di 12 provinsi di Indonesia yang bermasalah,” kata Busyro saat menjadi pembicara dalam diskusi ‘Jokowi dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi’ di Institut for Research and Empowerment (IRE) Sleman, Kamis (19/2/2015).
Dalam kasus migas dan minerba lanjut Busyro, KPK dan Polri justru saling bahu membahu dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Itu bukti kata dia, KPK dengan Polri sebenarnya tidak ada konflik.
Para pebisnis kotor lah tambah Busyro, sebenarnya sebagai pihak yang tidak suka dengan tindak tanduk KPK dan Polri dalam memberantas korupsi hingga kedua lembaga hukum tersebut harus dibenturkan.
Kapolri Perintahkan Kabareskrim Usut Teror ke Jurnalis Tempo
Prabowo Panggil Menteri KKP, Perintahkan Usut Tuntas Pagar Laut di Tangerang
Bahlil Sampaikan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Dua Kepala UPT Pemasyarakatan Korwil Madura Resmi Berganti
Rusia Bebaskan 3 Warga AS Melalui Program Pertukaran Tahanan









