maiwanews – Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan (BNP2) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengurangi bahkan menghentikan pengiriman tenaga pembantu rumah tangga (PRT) ke luar negeri.
Program BNP2 TKI yang akan dimulai tahun 2011 itu, bertujuan memperbaiki citra Negara Indonesia di mata dunia. Karenanya, pemerintah hanya akan mengirimkan TKI non PRT seperti perawat.
Jumhur mengatakan, pengiriman TKI PRT sangat menurunkan derajat Bangsa Indonesia di mata dunia. Indonesia sudah lama terjebak akan pengiriman PRT, padahal untuk pengiriman TKI lain lebih banyak dan menjanjikan.
Kita terjebak selalu mengirim PRT itu menurut jumhur, sama seperti terjebak makan gandum melalui mi instan yang terbuat dari gandum. “Kita terjebak karena kerap mengirimkan PRT. Untuk itulah, ke depan harus digantikan dengan tenaga profesional,” kata Ketua BNP2 TKI Moh Jumhur Hidayat.
Untuk itu, ke depan akan dihentikan pengiriman TKI PRT dan digantikan dengan tenaga perawat yang saat ini lebih dibutuhkan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir dan lainnya.
Hal itu dikatakan Jumhur Hidayat, usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf sekaligus pemberian bantuan kepada TKI bermasalah di Graha Bina Praja, Minggu, 22 Agustus 2010.
Saat ini Negara Timur tengah membutuhkan 50.000 sampai 100.000 tenaga kesehatan dari delapan negara termasuk Indonesia. Selama ini jumlah tenaga perawat tersebut banyak didominasi dari Negara Filipina yang kualitasnya jauh lebih baik dari perawat Indonesia .
Untuk itulah, lanjut mantan aktifis buruh itu, pihaknya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada guna mengirimkan tenaga profesional ke luar negeri.
Ditambahkan Jumhur, selama ini banyak orang Indonesia seperti dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta berbondong-bondong ke Malaysia, Singapura dan lainnya hanya untuk menjadi PRT.
Mereka juga banyak yang tidak berhasil. Karena itu, mulai tahun depan pemerintah akan salurkan tenaga kesehatan yang ada di seluruh Indonesia untuk bekerja di luar negeri.
“(Momentum) ini adalah kesempatan kita untuk mengubah citra, ” kata Jumhur.
Porsche Indonesia Persembahkan Porsche Classic Art Week 2025
Kapolri Perintahkan Kabareskrim Usut Teror ke Jurnalis Tempo
Indonesia-Viet Nam Sepakat Tingkatkan Hubungan Bilateral
Panglima Dampingi Presiden Berikan Pengarahan ke Dansat Jajaran TNI
Jelang Pelantikan Trump, Pengamanan Luar Gedung Kongres Makin Ketat









