Indonesia Memperoleh 10 Ribu Tambahan Kuota Haji

mekkahmaiwanews – Indonesia menperoleh tambahan kuota haji sebanyak 10.000 jamaah. Namun hanya sebagian tambahan kuota itu disiapkan untuk haji reguler, sebagian besar lainnya akan diberikan kepada jamaah haji khusus/BPIH Plus.

Jika penambahan itu diberikan semuanya kepada haji reguler, menurut Gafur, persiapannya membutuhkan waktu yang lama. Karena itu, sebagian besar tambahan kuaota itu akan diberikan kepada jamaah haji khusus/BPIH Plus.

“Kita akan memberikan tambahan kuota itu kepada penyelenggara jemaah haji khusus/BPIH Plus,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Haji dan Umroh Departemen Agama Abdul Ghafur Djawahier di Jakarta, Kamis, 19 Agustus 2010.

Pemerintah melihat, secara pengelolaan, BPIH Plus lebih siap. Seperti soal hotel, katering, finansial dan administrasi, mereka juga dianggap lebih siap.

Indikasi kesiapan itu terlihat karena sebelumnya, penyelenggara haji khusus mengajukan permintaan tambahan kuota kepada Kemenag sebanyak 6.500 orang dari kuota sebanyak 17.000 orang.

Namun berapa jumlah alokasi yang diberikan menurut Ghafur, baru akan dipastikan kemudian. “Kita masih menunggu kepastian dari penyelenggara haji malam ini Kamis (18/08),” kata Gafur.

“Kita sudah menghubungi penyelenggara haji (Indonesia) di Arab Saudi, mereka hanya bisa menyiapkan penginapan di Mekkah sebanyak satu maktab atau berkisar antara 3.000- 3.500 orang. Sedangkan, dari Madinah kita belum dapat kepastian,” Katanya.

Jatah untuk kuota haji reguler, ujar Ghafur, rencananya diprioritaskan akan diberikan kepada daerah yang waiting list atau daftar tunggunya panjang. DI antaranya Sulsel, Aceh, dan Kalsel serta daerah lain kloternya masih belum memenuhi target.