
maiwanews – Kondisi Kota Moskow, terlihat tenang-tenang saja setelah setahun Rusia terkena sanksi oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat. Sanksi dijatuhkan pasca serangan militer Rusia terhadap wilayah negara tetangganya Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu. Moskow mengatakan itu adalah operasi militer khusus, sementara Barat menyebutnya sebagai invasi.
Di toko-toko Kota Moskow, konsumen bisa membeli ponsel (telepon seluler) terbaru rancangan Amerika, meski harganya 30 persen lebih mahal dibanding di negara Barat. Tidak terjadi kelangkaan barang, salah satu penyebabnya adalah bantuan dari negara-negara sekutu tradisional Rusia.
Ada empat negara sekutu terus menjual produk ke Rusia baik secara legal maupun tidak, masing-masing adalah Iran, Tiongkok, Turki, dan India. Hal ini diungkapkan salah seorang pengusaha Dmitry Potapenko kepada VOA, dipublikasikan melalui Direct USAGM Senin (06/03/2023).
Meski Moskow tampak terlihat normal, VOA dalam laporannya menyebutkan bahwa sanksi Barat berhasil menghantam seluruh sektor. Industri otomotif Rusia penjualannya di dalam negeri anjlok hingga 80 persen.
Sektor penerbangan sipil juga mengalami hantaman keras dengan terputusnya dari hampir semua rute internasional. Maskapai penerbangan Rusia juga terkendala dalam mendapatkan suku cadang pesawat.
Menghadapi ancaman akibat sanksi, pemerintah Rusia memberikan keleluasaan lebih dalam membeli produk dari pemasok dari engara ketiga. Analis ekonomi Natalia Zubarevich mengatakan kepada VOA, konsumen kini mendapatkan produk dengan kualitas lebih buruk, harga lebih mahal, dan jumlah persediaan lebih sedikit.
Beberapa warga Rusia mengaku situasi tidak berubah, hanya ada sedikit kesulitan untuk mendapatkan barang impor. Rusia oleh salah seorang warga Moskow dikatakan pernah menjalani sanksi dan dijalani dengna tenang. (z/Direct USAGM/VOA)
Presiden Prabowo Terima Sejumlah Menteri di Hambalang
Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 Mencari Iptu Tomi Terkendala Medan Berat Papua Barat
Ledakan Dahsyat di Pelabuhan Shahid Rajaei Iran Tewaskan 25 Orang
Pertemuan Bilateral Amerika-Australia Bahas Kerja Sama Pertahanan
Korpolairud Jalin Kerja Sama dengan Akademi Pelayaran dan Penerbangan









