maiwanews – Di tengah memanasnya hubungan Indonesia Malaysia, KRI Hasanuddin, menangkap empat kapal nelayan berbendera Malaysia di Perairan Karang Unarang Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.
Menurut Letkol Laut Rachmad Jayadi, penangkapan keempat kapal nelayan berbendera Malaysia itu berlangsung Minggu pagi sekitar pukul 06. 47 WITA, saat itu, KRI Hanasuddin tengah melakukan patroli rutin di sepanjang wilayah perbatasan.
“Keempat kapal asing berbendera Malaysia itu ditangkap saat menerbos Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) pada Pos 04 07 07 U/118 11 4 T di perairan Nunukun, tepatnya sekitar Karang Unarang,” kata Rachmad.
Letkol Laut Rachmad Jayadi yang juga Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Nunukan mengatakan, mereka diduga kuat tengah melakukan aktivitas illegal fishing atau pencurian ikan di wilayah Indonesia.
Saat penangkapan berlangsung lanjut Rachmad Jayadi, ada enam kapal berbendera Malaysia yang diduga tengah melakukan pencurian ikan, namun dua kapal lainnya berhasil kabur.
Dua kapal yang berhasil lolos itu, lanjut Rachmad, diduga memuat ikan hasil tangkapan di perairan Indonesia, sebab hanya sedikit ikan hasil tangkapan yang ditemukan pada keempat kapal yang diamankan itu.
Keempat kapal nelayan berbendera Malaysia yang ditangkap itu yakni, NV. Kuba I berbobot 32 GT (gross tone) dengan 12 ABK (anak buah kapal), NV. Mariki berbobot 32 GT dengan 13 ABK, NV. 3581 berbobot 16 GT dengan dua orang ABK, MV. 990 berbobot 16 GT dengan dua ABK.
Namun uniknya, semua ABK kapal berbendera Malaysia itu berkewarganeragaan Indonesia. Saat ini, kata Rachmad, pihaknya masih melakukan proses serah terima dari KRI Hasanuddin ke Lanal Nunukan.
Saat ini, paska memanasnya hubungan Indonesia Malaysia, meski tak menambah armada, TNI-AL meninggkatkan intensitas patroli di wilayah perbatasan laut. Tujuh KRI berpatroli di selat Malaka dan 4 KRI berpatroli di selat Singapura.
Zulhas Ungkap Peran Penting Kapolri Wujudkan Swasembada Pangan
Polisi Tetapkan 9 Orang Tersangka Kasus Pagar Laut Bekasi
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
KRI Madidihang-855 Gelar 'Passing Exercise' dengan Kapal Perang Jepang
Halusinasi Efek Narkoba, Karyawan di Bali Aniaya Bos Hingga Tewas









