maiwanews – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Budi Mulya mengatakan, sejak awal tahun hingga akhir September tahun ini, arus modal asing yang masuk ke Indonesia Rp115 triliun lebih.
“Arus modal asing dan kelebihan likuiditas yang cukup besar perlu diwaspadai,” kata Budi di Gedung BI Jakarta, Selasa, 5 Oktober 2010.
Menurut Budi, secara keseluruhan arus modal asing lebih dari Rp115 triliun, yang terdiri dari Rp20,5 triliun masuk pada instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Rp74 triliun pada surat utang negara (SUN), dan tambahan saham dari Rp21 triliun.
Sementara modal asing hingga akhir September yang masih bertahan hingga kini, terdiri dari Rp64 triliun di SBI atau 25 persen total SBI. Sedangkat SUN sebesar Rp182 triliun atau 30 persen dari total dana di SUN.
BI memandang pengelolaan likuiditas perekonomian, lanjut Budi, merupakan hal yang penting. BI mencermati tekanan inflasi di tengah masih derasnya arus modal asing yang masuk dan kondisi ekses likuiditas yang masih cukup besar yakni Rp 350 triliun.
Mentan Optimis Indonesia Swasembada Beras Lebih Cepat dari Target
Lantamal VI meninjau infrastruktur PT Vale Indonesia Tbk
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Pendapatan Grup Porsche AG Tahun 2024 Mencapai 716 Trilun Lebih
Pemerintah Minta Apple Investasi di Indonesia $1 Miliar









