
maiwanews – Pasukan NATO untuk pertama kalinya melakukan patroli udara dengan awak semuanya wanita. Penerbangan ini merupakan misi rutin bagi awak multinasional untuk mendukung peningkatan kewaspadaan.
Dalam keterangan NATO (North Atlantic Treaty Organization/Pakta Pertahanan Atlantik Utara) hari Jumat, 16 Februari 2024, Pasukan Peringatan Dini dan Kontrol Lintas Udara NATO (NAEW&CF / NATO Airborne Early Warning and Control Force) melakukan operasi komando dan kendali (C2) pekan lalu, pada hari Jumat, 9 Februari 2024.
““Tujuan penerbangan ini mencakup misi operasional kami untuk menjaga perbatasan NATO” kata Kapten Béatrice, Komandan Penerbangan Skuadron Pelatihan Awak Udara. Dia menjelaskan bahwa wajar jika perempuan hadir dalam penerbangan atau bertugas sebagai pengelola pesawat E-3A AWACS (Airborne Warning and Control System).
“Penerbangan ini menunjukkan bahwa misi dan setiap posisi di dalam AWACS dapat dilaksanakan oleh perempuan”, kata Kapten Ciara, Kepala Operasi Simulator Skuadron Pelatihan Awak Udara.
Penerbangan dengan kru semua wanita diselenggarakan oleh Tim Inisiatif Wanita NAEW&CF (WIT) dengan tujuan memperjuangkan kesetaraan dan inklusi dan merupakan upaya pertama dari kru.
Menurut Ringkasan Laporan Nasional Negara Anggota dan Mitra NATO tahun 2020, persentase rata-rata perempuan di angkatan bersenjata Aliansi NATO meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1998.
Karena misi aliansi adalah untuk melindungi satu miliar penduduknya, NATO yakin bahwa perempuan memainkan peran penting dalam semua langkah untuk membangun aliansi lebih kuat.
“Setiap orang adalah unik dan membawa bakat individu ke dalam tim, menguntungkan efektivitas operasional kami di dalam NATO”, kata Sersan Teknis Maddie, Penanggung Jawab NCO Laboratorium Skuadron Gigi Medis ke-852. (z | NATO | Kantor Urusan Masyarakat AWACS)









