Polisi Tangkap Otak Perampokan Toko Emas Tebet

boy rafi amarmaiwanews – Pihak Polda metro Jaya kembali berhasil membekuk pelaku yang menjadi otak perampokan tiga toko emas di Pasar Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, Komisaris Besar Pol Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya telah membekuk otak perampokan itu. “Otak pelakunya, RP sudah ditangkap,” kata Boy di Jakarta, Jumat, 20 Agustus 2010.

Selain itu, anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum Polda Metro Jaya) juga telah menangkap satu pelaku berinisial D yang berperan ikut membantu perencanaan perampokan.

Sebelumnya, polisi telah menangkap enam orang yang diduga terkait dengan pelaku perampokan toko emas tersebut, termasuk empat pelaku lainnya memiliki peran sebagai penadah yang membeli emas dari hasil perampokan, yakni J dan kawan-kawan.

Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil menyita sisa hasil perampokan berupa satu kilogram emas dan satu pucuk senjata api yang diduga digunakan untuk aksi perampokan itu.

Hingga kini, polisi terus memburu tersangka lainnya yang terlibat kasus perampokan spesialis toko emas itu. Tersangka diduga berada di wilyah  Sumatra, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 14 orang merampok tiga toko emas di kawasan Tebet, Jumat (6/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Para pelaku menggunakan sepeda motor, tujuh pelaku berjaga di jalan raya dan tujuh orang lainnya beraksi mengambil emas di dalam toko.

Perampok itu mengambil berbagai perhiasan pada tiga toko emas, yakni Toko Emas Ajung, Toko Emas Indah Baru dan Toko Keris Emas yang berada di Blok A Pasar Bukit Duri. Hasil rampokan dijual kepada J di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Polisi menduga komplotan perampok RP telah melakukan aksi sebanyak enam kali di berbagai wilayah seperti Jakarta, Tangerang (Banten), Bogor, dan Bekasi (Jawa Barat).

Polisi juga mengatakan bahwa tidak ditemukan indikasi keterkaitan aksi perampokan Tebet tersebut dengan perampokan sadis yang menewaskan anggota Brimob di Sumatera Utara.