maiwanews – Mabes Polri meminta masyarakat menahan diri dan tidak buru-buru menuduh institusi Polri berada di balik penyerangan dan pembacokan terhadap aktivis ICW Tama S Lankun.
Edward meminta agar masyarakat tidak dituduh macam-macam. “Percayai kami dan bantu kami,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Juli 2010.
Secara institusi, menurut Edward, Mabes Polri menegaskan tidak terkait dengan penyerangan terhadap Tama maupun pengeboman di kantor Tempo dua hari sebelumnya.
“Polri tidak pernah berpikiran untuk melakukan perbuatan keji seperti itu,” kata jenderal polisi berbintang dua itu meyakinkan.
Edward meminta masyarakat untuk mempercayai Polri untuk mengungkap kasus ini secara profesional, Mabes Polri tidak akan menutup kemungkinan jika ternyata pelaku penyerangan dan pengeboman adalah dari oknum aparat.
Jika itu terjadi, Edward berjanji akan mengusutnya dengan tuntas serta mengungkapnya secara profesional. Menurutnya, hingga saat ini, 3 saksi sudah diperiksa untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya.
Pemkot Makassar, Berkomitmen Bangun Dermaga & Hadirkan 2 Kapal Penyeberangan di Pulau
Prajurit Lantamal VI Makassar Selamatkan penumpang di Area Pelabuhan kapal Makassar
Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin
Bareskrim Telusuri Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina









