Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri

maiwanews – Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi disebabkan maraknya pungli dan korupsi, hal ini juga menyebabkan kesenjangan antara masyarakat berpenghasilan murni dengan yang penghasilannya dari pungli dan korupsi.

Pungli dan korupsi memberi dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi karena menggerogoti sektor industri. Hal ini masih banyak dikeluhkan oleh kalangan industri, selain itu upah buruh juga jadi tergerus. Hal itu disampaikan Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja (FS) BUMN Bersatu, Arief Poyuono, didampingi Sekretaris Jendral Ainur Rofiq di Jakarta 9 Februari 2012.

Arief menyatakan bahwa komitmen Kapolri untuk memberantas pungli perlu kita apresiasi dan beri dukungan, namun sayangnya pemberantasan pungli saat ini hanya untuk wilayah Jakarta, khususnya pelabuhan Tanjung Priuk dan jalan tol. Padahal menurut Arief, pungli di luar wilayah itu jumlahnya sangat besar.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pungli dan korupsi tidak hanya dilakukan oleh oknum aparat keamanan, tapi juga oleh pejabat daerah. Akibatnya pertumbuhan ekonomi di daerah jadi terhambat. Arief berharap Kapolri dan pihak terkait dengan tegas memecat oknum pelaku pungli dan pemerasan. Polri juga disarankan membentuk satgas bersama buruh dan pengusaha.

Jika pungli dan korupsi dapat diberantas, Arief yakin kesejahteraan buruh akan meningkat drastis, dan mereka tidak perlu konflik dengan pihak pengusaha untuk menuntut peningkatan kesejahteraaan.