maiwanews – Mantan Wapres Jusuf Kalla melihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak mendapat serangan, mulai dari pemidanaan Antasari Azhar hingga kasus Bibit-Chandra. Karenanya, JK percaya jika KPK masih independen.
“Masih percaya, apalagi setelah KPK dapat cobaan. Kalau tidak independen tentu KPK tidak dapat cobaan, ketuanya dapat fitnah membunuh orang, Bibit-Chandra difitnah,” kata JK di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu 30 Januari 2011.
Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu, cobaan yang banyak diarahkan ke KPK itu, dinilai JK sebagai upaya pihak-pihak tertentu untuk mengganggu independensi KPK.
Pengusaha sukses asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu berpandangan, memang berat menjadi indpenden. Karenanya JK berharap, KPK tetap bertahan meskipun mendapat serangan bertubi-tubi.
Sebelumnya, menyusul penahanan 19 politisi setelah dituduh menerima suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda S Goeltom. KPK dinilai melakukan tebang pilih karena si pemberi suap hingga kini belum tersentuh.
Bahkan ada yang berpendapat bahwa KPK telah menjadi alat kekuatan politik tertentu untuk melemahkan lawan-lawan politiknya. Terutama karena penangkapan beberapa politisi yang terakhir, bertepatan dengan mulai bergulirnya hak angket pajak DPR dan kasus Century.
Amran Sulaiman Laporkan Produksi dan Serapan Beras Nasional ke Presiden
Prabowo dan Airlangga Bahas Perkembangan Ekonomi Nasional
Danny Pomanto Hadiri Perayaan Natal Klasis Makassar,
Blinken Sebut Ukraina Perlu Mobilisasi Pasukan di Garis Depan
Kamala Harris Beri Tanggapan Terkait Upaya Pemulihan Pasca Badai Helene









