maiwanews – Sekretaris Kabinet (Seskab), Dipo Alam menilai, kritikan kepada pemerintah yang disampaikan melalui pemberitaan yang berulang-ulang, bisa menimbulkan salah paham masyarakat terhadap pemerintah. Karenanya Dipo mengancam memboikot media seperti itu.
Dipo mengatakan, ada koran dan televisi yang setiap menit, setiap jam hanya memberitakan soal keburukan pemerintah. Dalam pemberitaan itu kata Dipo, gambar dan narasi yang isinya menyebut pemerintah gagal, ditayangkan berulang-ulang setiap hari.
Menurut Dipo, akibat model pemberitaan seperti itu, terjadi misleading di masyarakat.”Itu kan salah, boikot saja,” kata Dipo Alam kepada wartawan di sela-sela jeda rapat pematangan rencana induk percepatan dan pembangunan ekonomi 2025 di Istana Bogor, Senin 21 Februari 2011.
Dipo menilai, pengulang-ulangan satu berita kasus lalu digeneralisasi, adalah sesuatu yang tidak tepat, sebab cara pemberitaan seperti itu dapat menimbulkan salah paham di masyarakat. Bahkan salah paham juga terjadi pada calon investor yang berniat menanamkan modalnya di Indonesia.
Terkait bentuk boikot yang akan dilakukan, Dipo menyebut dua cara, iklan dan nara sumber. “Saya akan hubungi semua sekjen dan humas kementerian, jangan pasang iklan di situ, lalu orang pemerintah yang diundang sebagai nara sumber, tidak usah datang. Buat apa? Ngomong apa pun salah, dijelaskanpun masih disalahkan,” kata Dipo.
Menlu AS Beri Penghargaan Perempuan Pemberani Internasional 2025
Sekutu AS Harus Berbuat Lebih Banyak untuk Pertahankan Eropa, Kata Pete Hegseth
Menhan AS Rencana untuk Menampung Migran Ilegal di Teluk Guantanamo
Trump Ancam Sanksi Jika Rusia Enggan Rundingkan Ukraina
Petugas Antar Logistik Pilkada ke Ketapang Lewat Laut









