Slovakia Beri S-300 ke Ukraina, Terima Patriot dari AS

20220409-sistem-pertahanan-udara-rudal-s-300-25mar2020
Sistem pertahanan udara buatan Rusia, S-300. 25 Maret 2020.

maiwanews – Slovakia memberikan sistem pertahanan udara S-300 kepada Ukraina sebagai sumbangan. Sistem rudal ini diharapkan dapat membantu menghadapi serangan militer Rusia.

Informasi itu disampaikan PM (Perdana Menteri) Slovakia, Eduard Heger, hari Jumat pagi (08/04/2022) melalui surat elektronik. Ia mengklaim bisa mengukuhkan bahwa negaranya menyumbangkan sistem pertahanan udara untuk membantu Ukraina. VOA melaporkan Sabtu (09/04/2022).

Slovakia merupakan salah satu negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO). Sistem pertahanan udara S-300 satu baterai diwarisi setelah lepas dari Cekoslowakia pada tahun 1993.

Sebagai gantinya, Bratislava akan menerima sistem rudal Patriot dari AS (Amerika Serikat). rencana itu disampaikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden hari Jumat.

“Saya ingin berterima kasih kepada pemerintah Slovakia karena menyediakan sistem pertahanan udara S-300 ke Ukraina, hal ini secara pribadi disampaikan oleh Presiden (Ukraina) Volodymyr Zelenskyy kepada saya dalam percakapan kami”, kata Presiden Biden seperti dikutip RT hari Jumat (08/04/2022).

Pimpinan Pentagon Lloyd Austin berjanji untuk mengirimkan rudal dalam beberapa hari mendatang sekaligus menyatakan bahwa Washington masih berkonsultasi dengan pemerintah Slovakia mengenai solusi pertahanan udara dengan sistem lebih permanen. Dia mengatakan, penyebaran sistem Patriot selaras sempurna dengan upaya Amerika Serikat meningkatkan pertahanan udara NATO.

AS telah mengirimkan senjata senilai puluhan miliar dolar dan bantuan militer lainnya ke Ukraina dalam beberapa pekan terakhir untuk mendukung perjuangan pemerintahan Presiden Zelenskyy melawan Rusia. Sejumlah sekutu Eropa juga ikut mengirimkan bantuan militer.

Sementara Kremlin telah menyatakan harapan bahwa perang bisa berakhir dalam waktu dekat, ia juga menuduh Kyiv mundur dalam negosiasi damai, mengklaim bahwa pihak Ukraina berusaha mengulur waktu dan melanjutkan konflik. Moskow juga berpendapat bahwa pengiriman senjata lebih lanjut hanya akan memperpanjang penderitaan dan bahwa mereka dapat menjadi sasaran militer Rusia. (hiu)