TNI dan Tentara Malaysia Latihan Anti Teror

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) akan menyelenggarakan latihan gabungan bersama dengan nama Latihan Gabungan Bersama Malaysia-Indonesia Darat Samudra Angkasa (Latgabma Malindo Darsasa) 7AB/2010 mulai 25 Maret – 11 April 2010.

Latihan gabungan yang akan dilaksanakan di Selat Malaka dan sekitarnya itu merupakan perwujudan dari hasil keputusan Sidang High Level Committee (HLC) ke-3, tanggal 10 Mei 2007 di Jakarta tentang persetujuan Direktif Latgabma Malindo Darsasa-7AB/2010.

Selain ratusan personil pendukung, 452 personil TNI dari satuan antiteror tiga angkatan akan terlibat dalam latihan gabungan itu. Dari Kopassus TNI_AD mengirim 54 personel, dari Denjaka TNI_AL 48 orang sedangkan Den Bravo TNI_AU mengrimkan personel terbaiknya sebanyak 66 orang.

Saat upacara keberangkatan pasukan di Pelabuhan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Jakarta Utara, Selasa 23 Maret 2010, Wakil Asisten Operasi Panglima TNI Laksamana Pertama ST Budiyono dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan makin meningkatnya ancaman aksi teror di Selat Malaka dan sekitarnya, dibutuhkan kesiapan satuan anti teror dalam penanganannya.

Latihan Gabungan itu diselenggarakan sebagai impelementasi strategi penanggulangan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya serangan teroris yang dapat mengganggu stabilitas keamanan wilayah Indonesia dan Malaysia.

Selain itu, , seperti yang dikutip dari situs TNI, Latgab juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan kedua angkatan bersenjata dari kedua negara untuk melaksanakan kerjasama dalam operasi penanggulangan terorisme, sekaligus menguji Protap Malindo 16 dan 18 tentang menangani keganasan/penanggulangan terorisme.

Latihan akan dilaksanakan di wilayah yang menurut perkiraan intelijen paling mungkin terjadi serangan teroris,  sehingga diharapkan dapat memberikan daya tangkal. Serangan teroris yang paling mungkin adalah pembajakan kapal di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran terpenting di dunia, pesawat terbang milik Indonesia yang melintas di atas wilayah udara Malaysia dan Hotel di Melaka.