
maiwanews – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Rabu 29 September tiba di Bandar (Bandar Udara) Internasional Sochi Rusia untuk memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.
Tiba di bandara, Presiden Erdogan disambut oleh Wakil Gubernur Krasnodar Alexander Ruppel, Walikota Sochi Aleksey Kopaigorodsky, Kepala Departemen Protokol Negara di Kementerian Luar Negeri Rusia Igor Bogdashev, Duta Besar Turki untuk Moskow Mehmet Samsar, Konsul Turki Jenderal di Novorossiysk Fırat Bayar dan pejabat dari Kedutaan Besar (Kedubes) dan Konsulat.
Kedua pemimpin akan membahas berbagai masalah geopolitik, termasuk konflik militer di Timur Tengah dan Asia Tengah maupun persoalan Suriah dan Afganistan.
Pertemuan itu terjadi sepekan setelah Erdogan menyatakan frustrasi pada pembicaraan dengan Presiden AS (Amerika Serikat) Joe Biden, salah satu sekutunya di NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara/North Atlantic Treaty Organization), dan mengumumkan bahwa ia malah akan mencoba untuk membangun hubungan lebih dekat dengan Rusia. Pemimpin Turki itu merasa bahwa diskusi di New York berjalan buruk.
Sekretaris Pers Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan bahwa agenda KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) akan fokus secara luas pada masalah kebijakan luar negeri. Secara khusus, pembicaraan akan mencakup Suriah, dimana terjaid bentrokan dalam beberapa hari terakhir antara pejuang pemberontak dukungan Ankara dan pasukan Rusia selaku pendukung pemerintah Presiden Bashar Assad.
Ankara sebelumnya dikabarkan berencana meminta dukungan Moskow di Suriah, melindungi pasukan Turki, dan menengahi kesepakatan.
Keamanan regional di Asia Tengah juga dijadwalkan untuk dibahas, mengingat kedua pemimpin telah menyatakan keprihatinan tentang potensi destabilisasi menyusul penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan. Selain itu, pasangan ini akan membahas krisis politik di Libya, di mana rencana pemilu (pemilihan umum) akhir tahun ini dikhawatirkan memunculkan konflik terbuka.
Menurut Kremlin, Presiden Putin dan Presiden Erdogan juga akan mempertimbangkan berbagai masalah bilateral, termasuk kemitraan ekonomi dan diplomatik antara Rusia dan Turki. Presiden Erdogan sebelumnya mengatakan Ankara berusaha untuk meningkatkan omset perdagangan dengan Moskow setidaknya $100 miliar. (z/RT/Kantor Keperesidenan Turki)
Indonesia-Australia Komitmen Wujudkan Perdamaian dan Kemakmuran Regional
Atlet Tenis dan Pembalap Porsche Bertemu di Ajang Porsche Tennis Grand Prix
Putin-Lukashenko Bahas Kerja Sama Strategis dalam Pertemuan di Volgograd
Vladimir Putin Pimpin Pertemuan Komisi Industri Militer Rusia
Prabowo Tegaskan Pertek Harus Seizin Presiden









