Menhan Vahidi: Iran Siap Pertahankan Perbatasan Dari Kekuatan Asing

maiwanews – Meningkatnya aktifitas militer beberapa negara anggota Nato di Turki menyusul kekhawatiran akan meluasnya dampak perang saudara di Suriah ke negara-negara tetangga, memaksa Iran exta waspada atas kemungkinan terjadinya pelanggaran perbatasan.

Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi telah memperingatkan akan konsekuensi yang merugikan karena kehadiran sejumlah tentara asing di wilayah tersebut. Vahidi menegaskan, Republik Islam saat ini dalam keadaan sangat siap untuk membela perbatasannya.

“Jika kehadiran kekuatan ekstra-regional menyebabkan insiden di wilayah kami, kami akan siap untuk sepenuhnya melindungi perbatasan kita,” kata Vahidi kepada wartawan, Kamis 24 Januari 2013 seperti dikutip dari PressTV.

Vahidi juga menyerukan kepada para pemimpin negara-negara regional, khususnya negara-negara muslim, untuk mencegah pengaruh kekuatan dan hegemoni barat terkait urusan dalam negeri sendiri.

Vahidi lebih lanjut mencatat bahwa Iran akan meresmikan ruang observatorium pertama yang diberi nama Imam Sadeq (saw) (Syiah Imam keenam) dalam beberapa hari ke depan selama Sepuluh hari perayaan Dawn, menandai kemenangan pada tahun 1979 dalam Revolusi Islam.

Vahidi juga menambahkan bahwa jet tempur terbaru buatan Iran beserta rudal produk baru juga akan diresmikan dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, secara geografis Iran “terkepung” dua negara yang secara defacto sudah dikuasai Amerika yakni Afganistan dan Irak. Terakhir, pihak otoritas Turki yang juga berbatasan dengan Iran mengundang tentara Nato di negaranya dengan alasan mengantisipasi meluasnya dampak perang saudara di Suriah.