maiwanews – Tarik ulur penentuan kabinet presiden terpilih, Joko Widodo atau Jokowi kelihatannya akan semakin kencang. Meskipun memiliki hak prerogatif, Jokowi tidak serta merta leluasa menentukan sendiri pembantu pembantunya.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani mengungkapkan, Jokowi tidak bisa menentukan kabinetnya begitu saja tanpa mendapat restu dan persetujuan terlebih dahulu datu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri (Mega).
“Harus seizin Bu Mega, tidak boleh kalau tidak mendapat restu (dalam menentukan kabinet),” kata Puan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 23 September 2014.
Puan yang juga merupakan putri Megawati itu menjelaskan, Jokowi datang dari PDIP. Karenanya ia meyakini, mantan walikota Solo itu mengerti dan paham akan etika politik yang berlaku di internal PDIP.
Karenanya menurut Puan, Jokowi tidak bisa melewati Ibu Mega begitu saja dalam menentukan kabinetnya.
Seperti diketahui, Jokowi telah mengumumkan postur kabinet yang dipilih yakni sebanyak 34 kementerian yang terdiri dari 18 unsur profesional dan 16 unsur partai.
Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan nama nama yang akan mengisi kementerian itu diumumkan Jokowi. Ketidakpastian waktu pengumunan itu dinilai sebagian kalangan sebagai bukti kuatnya tarik ulur.
Vladimir Putin Pimpin Pertemuan Komisi Industri Militer Rusia
Prabowo Tegaskan Pertek Harus Seizin Presiden
14 Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Kasus Takaran Minyakita
Panglima TNI dan Kapolri Terima Ransus Maung Buatan Pindad dari Menhan
Prabowo Tegaskan, PPN 12% Hanya Barang dan Jasa Mewah









