maiwanews – Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menilai bahwa barter tahaban antara Malaysia dan Indonesia adalah diplomasi murahan.
Syahganda mengatahan bahwa SMC kecewa karena penyelesaian kasus tersebut ternyata tidak menjadikan Indonesia bermartabat dalam melaksanakan politik luar negerinya.
Syahganda melihat itu sebagai posisi tawar diplomasi dilemahkan. “Cara barter atau tukar guling seperti itu mencerminkan pemerintah Indonesia takut kepada Malaysia,” kata Syahganda di Jakarta, Selasa, 17 Agustus 2010.
Pelepasan petugas DKP lanjut Syahganda, tidak bisa ditukar dengan pelepasan nelayan Malaysia, mengingat secara hukum internasional kasus itu murni kesalahan yang dibuat Malaysia, baik nelayannya maupun polisi yang melakukan penangkapan terhadap petugas DKP.
“Yang bersalah itu sepenuhnya Malaysia, tapi mengapa kita justru mengalah dan seperti pihak yang ketakutan,” katanya.
Syahganda heran mengapa pemerintah Indonesia tidak memperoses melalui jalur hukum atas ketujuh nelayan Malaysia yang ditangkap petugas DKP, meskipun kemudian melalui putusan pengadilan dilakukan deportasi terhadap para nelayan itu.
“Kalau penyelesaiannya berdasarkan kedaulatan hukum saya yakin negara mana pun akan menghromati kita, untuk itu kita akan menjadi bermartabat di mata internasional,” ujarnya lagi.
Seperti diberitakan, tujuh nelayan Malaysia tidak dikenakan status tahanan oleh Indonesia, sementara tiga petugas DKP Kepri yang ditahan Malaysia telah dikenakan status tahanan.
Bahkan untuk mengeluarkan nota protes saja, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa hanya mengatakan tidak mau gegabah mengambil tindakan sebelum mendapat kejelasan dari tempat kejadian.
Sementara di pihak lain, baru dirusak sedikit saja pagar Kedubesnya di Jakarta oleh demontran, Malaysia sudah serta merta sudah melayangkan nota protes kepada Indonesia.
Porsche AG Percepat Langkah Restrukturisasi Perusahaan
Porsche Pertahankan Tren Positif Jelang E-Prix Shanghai
Prabowo Pimpin Rapat Percepatan Pembentukan Koperasi Merah
Prabowo Rampungkan Lawatan Diplomatik ke Timur Tengah dan Turkiye
Trump Bertekad Akhiri Serangan Houthi, Lindungi Kapal Komersial









